Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masih pake harddisk untuk media penyimpanan ? Yuk cari tahu resiko menggunakannya

Gambar ilustrasi harddisk yang memperlihatkan komponen - komponen utamanya
Sumber gambar : Pixabay
Membeli sebuah laptop atau PC Desktop memang tidak hanya bisa dilihat dari spesifikasi hardware  atau softwarenya saja. Bagian-bagian tersebut sama-sama pentingnya, sehingga kedua bagian utama tersebut dapat dirasakan performa maksimalnya. Mari kita fokus terkait hardware, selain memperhatikan kemampuan processor sebagai inti, ada beberapa bagian lain yang membantu yaitu VGA, memori RAM, memori ROM, power supply, dan kelengkapan koneksivitas lainnya. Memory ROM memegang peranan penting dalam hal menyimpan data dan sistem operasi yang digunakan dalam sebuah perangkat yang bersifat non-volatile yaitu memory yang bisa ditulis dan dihapus, namun ketika tidak mendapatkan power atau saat keadaan mati data tersebut tidak hilang. Kebutuhan akan media penyimpanan saat ini sangat tinggi, untuk Hard Disk Drive (HDD) terbesar di dunia akan dipamerkan dalam acara Konferensi Perdana Datasphere 2020 Seagate nanti dalam bulan Desember 2020 dengan kapasitas 20 TB Exos 20+. 

Kali ini kita akan membahas salah satu masalah sebagai media penyimpanan yaitu bad sector. Bad sector adalah bagian dari harddisk yang tidak bisa digunakan oleh sistem operasi karena kerusakan atau kegagalan dalam mengaksesnya. Tentu saja hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan. Karena rusaknya harddisk tersebut juga berpengaruh terhadap kinerja komputer yang akan melambat. Terdapat 2 macam kerusakan bad sector harddisk secara umum. 

Berikut jenis-jenis kerusakan bad sector harddisk : 

1. Hard Bad Sector atau biasa disebut Physical Bad Sector.

Hard Bad Sector atau Physical Bad Sector adalah kerusakan yang tidak bisa diperbaiki karena kerusakan tersebut pada bentuk fisiknya yang biasanya disebabkan oleh "Head Crash". Head Crash adalah kondisi dimana head pada harddisk terjadi kontak terhadap platter yang menyebabkan kerusakan tersebut tergolong permanen. Physical Bad Sector juga bisa disebabkan oleh cacat disaat produksi, yaitu kondisi harddisk memang rusak saat diproduksi atau saat dijual. Karena kerusakan ini tergolong permanen maka satu-satunya cara yang dianjurkan adalah dengan membeli baru atau mengurus garansinya jika masih berlaku.

2. Logical Bad Sector atau disebut Soft Bad Sector.

Logical Bad Sector atau Soft Bad Sector adalah kondisi dimana harddisk tersebut mengalami kerusakan yang masih mampu diperbaiki dengan software dengan kata lain kerusakannya disisi software. Salah satu software yang bisa dipakai untuk memperbaikinya pada OS Windows dapat menggunakan software bawaannya 'Chkdsk'. Bila mengalami kerusakan software maka coba lakukan instruksi dibawah ini : 

1. Buka windows explorer 

Untuk membuka windows explorer ada beberapa cara : 
1. Tekan pada keyboard logo Windows + E 
2. Pilih ikon   Ikon file Explorer untuk menjelajah data file yang biasa di  taskbar windows atau di shortcut desktop.

3. Bisa juga dengan search dan ketik "File Explorer" atau klik Windows Ikon windows untuk mengakses aplikasi windows 10 / 8.1 / 8 / 7 untuk windows 8 / windows 8.1 kemudian di kolom search ketik "File Explorer". 

Tampilan File Explorer awal untuk menjelajah data file

2. Buka menu Properties 

Dengan cara klik kanan pada disk yang akan dicek kemudian pilih "properties".

Menu Properties untuk mengakses pengaturan harddisk

3. Buka tab 'Tools' 

Membuka tab "Tools" lalu pada bagian error checking pilih 'Check' pada windows 10 / windows 8 / windows 8.1  sedangkan pada windows 7 pilih 'Check Now'.

Menu setelah membuka Properties untuk harddisk

4. Pilih Scan drive 

Pilih scan drive meskipun mengecek adanya kerusakan pada harddisk, masih dapat menggunakan harddisk seperti biasa jika terdapat error akan menginformasikan untuk memperbaikinya (windows 10 / windows 8 / windows 8.1) Sedangkan pada windows 7 akan muncul 2 pilihan. Jika salah satu kotak dicentang, maka komputer anda akan memulai ulang apabila yang diperiksa adalah partisi yang berisi sistem operasi. Anda dapat memberi centang kedua pilihan lalu klik start dan Chkdsk akan memulai sebelum windows dimulai anda harus masuk / login dengan akun Administrator. 

Memulai proses scanning harddisk

Menu untuk memilih pengecekan harddisk yang diinginkan


5. Komputer akan memulai ulang 

Setelah semua proses telah selesai komputer akan restart.
    
Terdapat beberapa ciri-ciri komputer tersebut mengalami bad sector dan pada proses ini memakan waktu cukup lama, oleh karena itu bila ingin melakukan proses ini disarankan ketika komputer sedang tidak digunakan. Ada beberapa tips untuk menghindari HDD mengalami Bad sector baik hard bad sector maupun soft bad sector.

Berikut ini beberapa tips untuk menghindari Harddisk mengalami Bad Sector yaitu : 

1. Perhatikan Suhu

Pastikan suhu komputer tetap dingin dan berada pada suhu normal dan selalu bersihkan dari debu yang menempel.

2. Proses Mematikan Komputer 

Matikan komputer dengan proses semestinya, dengan mematikan semestinya maka program yang berjalan akan dimatikan dan file yang tadinya dibuka bisa ditutup dengan benar.

3. Gunakan Power Supply yang original

Selalu gunakan Power Supply bawaan atau yang kualitasnya baik untuk menjaga arus dari sumber daya tetap stabil dan dalam rating yang telah ditentukan oleh pabrik.

4. Hindari goncangan

Hindarkan harddisk komputer atau laptop dari goncangan - goncangan, karena menggunakan perangkat mekanik yang berputar sehingga rentan terhadap goncangan untuk mencegah terjadinya head crash.

5. Gunakan anti virus

Anti virus yang selalu update sehingga akan memperkecil kemungkinan dan dapat memblock serangan malware.

6. Buatlah jadwal rutin Disk Defragmenter

Dengan membuat jadwal rutin software Disk Defragmenter untuk mencegah terjadi Bad Sector. 


Perlu diingat ini semua berlaku untuk Hard Disk Drive (HDD) saja ya bukan untuk Solid State Drive (SSD) karena berbeda jenis. Harddisk menggunakan disk dan kepala baca atau biasa disebut head yang menggunakan prinsip mekanik untuk berputar sedangkan SSD menggunakan memori flash dan rakitan circuit. 

Posting Komentar untuk "Masih pake harddisk untuk media penyimpanan ? Yuk cari tahu resiko menggunakannya "